Jumat, 20 November 2009
Ringkasan Jurnal 3
1Kartawan, 2Toto Sugiharto, 3Sumarna
1&2Pasca sarjana Universitas Gunadarma
3PT Telkom Tasikmalaya
PENDAHULUAN
Dengan adanya zaman globalisasi semua perusahaan terdorong untuk berpikir mencari solusi bagaimana agar perusahaan tetap bertahan dan memenangkan persaingan. Salah satu strategi yang dapat digunakan yaitu dengan membangun citra perusahaan. Citra mempunyai peranan penting dalam perusahaan, karena dapat mempengaruhi persepsi konsumen. Baik buruknya citra perusahaan dapat diukur melalui pengalaman konsumen dalam menikmati output dari aktivitas perusahaan.
Mulai bulan Agustus tahun 2002, hak monopoli PT. Telkom akan dicabut, artinya keberadaan PT. Telkom di pasar tidak sendiri lagi. Selain itu dengan dimulainya pasar bebas AFTA, jumlah pesaing bertambah. Menyadari hal itu, PT. Telkom terus menerus berusaha membenahi diri agar tetap memenangkan persaingan.
Berbagai kegiatan telah dilakukan PT. Telkom seperti penelitian kepuasan konsumen dan penelitian loyalitas konsumen. Serta dalam rangka membangun citra perusahaan telah dilakukan berbagai kegiatan sosial seperti membantu membangun berbagai fasilitas ibadat dan fasilitas umum hingga pemberian beasiswa. Namun hingga saat ini belum diketahui bagaimana citra PT. Telkom di mata konsumen.
MASALAH PENELITIAN
1. Citra PT. Telkom Kandatel Tasikmalaya dihadapan para pelanggannya belum diketahui.
2. Pengaruh kualitas teknikal, kualitas fungsional, dan aktivitas pemasaran tradisional
TUJUAN PENELITIAN
1. Mengukur dan menganalisis persepsi konsumen tentang citra PT. Telkom Kandatel Tasikmalaya.
2. Mengukur pengaruh dari kualitas teknikal, kualitas fungsional, dan aktivitas pemasaran tradisional terhadap citra PT. Telkom Kandatel Tasikmalaya.
KERANGKA TEORI DAN HIPOTESIS
Sering dikatakan citra adalah kekuatan, artinya citra mempunyai kemampuan di luar perusahaan yang dapat menambah kekuatan bagi produk barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan.
Citra menimbulkan efek tunda, artinya citra yang dibentuk oleh perusahaan tidak nberpengaruh secara langsung terhadap perusahaan, akan tetapi membutuhkan waktu yang relatif lama.
Kualitas teknikal lebih menekankan kepada fasilitas fisik yang digunakan pada saat melayani konsumen. Sedangkan kualitas fungsional lebih menekankan pada bagaimana pelayanan itu diberikan kepada kosumen, hal ini lebih menekankan pada cara interaksi antara konsumen dengan penyedia layanan.
Semakin baik persepsi seseorang tentang kualitas teknik, kualitas fungsional, dan aktivitas pemasaran tradisional akan jas yang ditawarkan, semakin tinggi persepsi konsumen tersebut terhadap citra penyedia jasa, sehingga berdampak positif terhadap barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan
Hipotesis yang digunakan adalah :
1. Dimensi yang terdapat pada variabel kualitas teknik, kualitas fungsional dan aktivitas pemasaran tradisional berkorelasi positif dengan citra perusahaan.
2. Kualitas teknikal, kualitas funsional dan aktivitas pemasaran tradisional berpengaruh terhadap citra perusahaan.
Kamis, 12 November 2009
ANALISIS JURNAL 3
ANALISIS JURNAL “Pengaruh Kualitas Teknik, Kualitas Fungsional, dan Aktivitas Pemasaran Tradisional Terhadap Citra Perusahaan PT. TELKOM Kantor Daerah Tasikmalaya”.
Kartawan1), Toto Sugiharto S2), Sumarna3)
Pascasarjana Universitas Gunadarma
PT. Telkom Tasikmalaya
§ Judul :
Pengaruh Kualitas Teknik, Kualitas Fungsional, dan Aktivitas Pemasaran Tradisional Terhadap Citra Perusahaan PT. TELKOM Kantor Daerah Tasikmalaya.
§ Masalah :
1. Citra PT. Telkom Kantor Daerah Kandatel Tasikmalaya di hadapan para pelanggannya belum sepenuhnya diketahui.
2. Pengaruh Kualitas Teknikal, Kualitas Fungsional, dan Aktivitas Pemasaran Tradisional terhadap citra perusahaan PT. Telkom kantor daerah Tasikmalaya belum secara jelas diketahui.
§ Tujuan :
1. Mengukur dan menganalisis persepsi konsumen tentang citra PT. Telkom kandatel Tasikmalaya.
2. Mengukur pengaruh dari Kualitas Teknikal, Fualitas Fungsional, dan Aktivitas Pemasaran Tradisional terhadap citra PT. Telkom kandatel Tasikmalaya.
§ Hasil :
1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Telkom Kantor Daerah Tasikmalaya memiliki citra dalam kategori baik dihadapan pelanggannya.
2. Dimensi-dimensi yang terdapat pada variabel kualitas teknik, kualitas fungsional dan aktivitas pemasaran tradisional berkorelasi positif dengan citra perusahaan.
3. Secara serempak variabel kualitas teknik, kualitas fungsional, dan pemasaran tradisional berpengaruh nyata terhadap citra perusahaan. Sedangkan secara parsial hanya variabel kualitas teknik dan aktivitas pemasaran tradisional yang berpengaruh nyata terhadap pembentukan citra perusahaan. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun secara individu variabel kualitas fungsional tidak berpengaruh nyata terhadap pembentukan citra perusahaan, namun ketika dipadukan dengan dua variabel lainnya, variabel ini memiliki kontribusi dalam meningkatkan citra perusahaan.
§ Metodologi :
Ø Objek Data
Teknik pengumpulan data menggunakan data primer, yaitu dengan cara penyebaran kuesioner. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini telah diuji, yakni uji validitas dan uji reliabilitas. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kualitas teknik, kualitas fungsional dan aktivitas pemasaran terhadap citra perusahaan.
Ø Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan Telkom yang berada di wilayah kodya tasikmalaya., sebanyak 22.475 pelanggan. Kerangka pengambilan sampel diambil dari buku petunjuk telepon tahun 2001/2002. Ukuran contoh disatukan dengan menggunakan formula sebagai berikut (Zikmund, 1996).
N
n = –––––––
1 + Ne²
Dimana :
n = Ukuran Sampel yang diperlukan
N = Ukuran populasi
e²= Tingkat kesalahan 100 %
Menggunakan rumus diatas maka sampel yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah 100.
Ø Variabel Penelitian
Variabel bebas (kualitas teknik, kualitas fungsional dan aktivitas pemasaran tradisional), Variabel Terikat (citra perusahaan).
Ø Model
Model Matematis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis regresi dan korelasi spearman, untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antara variabel kuaitas teknik, kualitas fungsional, dan aktivitas pemasaran tradisional dengan citra perusahaan. Adapun persamaan regresi linier sederhana yaitu :
Y = a + b (X)
Dimana : a = konstanta
b = koefisien regresi
Y = Variabel terikat (citra perusahaan)
X = Variabel bebas (kualitas teknik, kualitas fungsional, & aktivitas pemasaran).
Persamaan Korelasi Spearman :
6 ∑di²
rs = 1 – –––––––
n (n²-1)
dimana : rs = koefisien korelasi spearman
di = rangking tiap pengamatan
n = banyaknya pengamatan
Perilaku Konsumen 2
SEGMENTASI PASAR dan KOMPONENNYA
Perilaku konsumen menjadi masukan bagi pemasar untuk mengembangkan strategi pemasaran, maka suatu perusahaan harus mempunyai strategi pemasaran yang mampu mempengaruhi konsumen yang menjadi target marketnya, sehingga penentuan segmentasi pasar, pemilihan pasar sasaran, dan kemudian positioning sebagai pedoman dari strategi bauran pemasaran menjadi penting untuk diperhatikan dengan baik.
Dalam proses pemasaran, segmentasi tidak berdiri sendiri. Kotler menandaskan bahwa segmentasi merupakan kesatuan dengan targeting dan positioning. Kotler menyingkat hubungan ini sebagai STP (segmentasi, targeting, positioning). Proses ini merupakan bagian dari penciptaan dan penyampaian nilai kepada konsumen. Kata nilai member arti tersendiri yaitu memberi kenikmatan bagi konsumen karena menerima pelayanan yang baik, harga yang memuaskan, citra yang kuat, penyampaian tepat waktu, maka tindakan produsen memilih nilai melalui pemilihan segmentasi, targeting, positioning yang baik. Selanjutnya nilai itu dikembangkan dengan lebih konkret dalam bentuk marketing mix. Bentuk marketing mix sangat luas mencakup pendesainan produk, mencari pemasok, penetapan harga, pendistribusian dan promosi penjualan.
Adapun segmentasi pasar menjadi strategi yang sangat menarik, dapat dijalankan, dan beroperasi sangat menguntungkan di pasar global saat ini. Kondisi-kondisi yang penting bagi segmentasi yang berhasil adalah populasi yang cukup besar dengan uang yang cukup dan siap dibelanjakan, keanekaragaman perbedaan yang cukup besar sehingga memungkinkannya untuk dipisahkan menjadi segmen-segmen yang cukup besar atas dasar variable demografis, psikologis, atau berbagai variable strategis lainnya.
Strategi segmentasi memungkinkan produsen menghindari persaingan langsung di pasar dengan membedakan pnawaran mereka, tidak hanya berdasarkan harga, tetapi juga berdasarkan corak, kemasan, daya tarik promosi, cara distribusi dan pelayanan yang unggul. Langkah pertama dalam menyusun strategi segmentasi adalah memilih dasar yang paling tepat untuk membagi pasar. Sembilan kategori utama karakteristik konsumen menjadi dasar yang paling popular untuk melakukan segmentasi. Termasuk didalamnya factor geografis, demografis, psikografis, psikologis, social budaya, segmentasi terkait pemakaian, segmentasi situasi pemakaian, segmentasi manfaat, segmentasi gabungan.
Perilaku KOnsumen I
Perilaku konsumen memungkinkan para pemasar memahami dan meramalkan perilaku konsumen di pasar. Hal ini tidak hanya berhubungan dengan apa yang dibeli konsumen, tetapi juga mengapa, kapan, dimana, bagaimana dan seberapa sering mereka membelinya. Apalagi jika bulan Ramadhan datang, perilaku konsumen mendadak berubah drastis dari biasanya. Konsumen yang tadinya berbelanja secukupnya untuk kebutuhan makan sehari-hari, sekarang mereka berbelanja dengan budget yang lebih besar dari biasanya karena mereka menginginkan makanan yang spesial untuk buka puasa. Segala menu dihidangkan, yang biasanya langsung menyantap makanan inti sekarang semua dihidangkan, mulai dari makanan pembuka, inti dan makanan penutup. Perubahan ini tidak hanya dialami oleh para konsumen tapi juga dirasakan oleh para pedagang khususnya.
Keadaan di Pasar pun ikut berbeda dari biasanya, pasar menjadi lebih ramai, orang-orang yang tidak pernah ke pasar mendadak jadi sering ke pasar agar kepuasan dapat dicapai di bulan Ramadhan ini. Motivasi setiap orang pasti berbeda-beda sampai akhirnya menyebabkan terjadinya perubahan perilaku konsumen yang cukup drastis di bulan ramadhan. Mungkin ada kepuasan tersendiri dengan mereka berperilaku demikian, tapi perubahan yang jelas terlihat ada pada konsumen tingkat bawah yang tinggal di pedalaman. Karena biasanya mereka jarang bahkan ada yang tidak pernah belanja ke pasar tapi pada bulan ramadhan mereka memaksakan diri untuk pergi ke pasar.
Para pedagang pun ikut merasakan perubahan itu, karena bulan ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh para pedagang, apalagi pedagang di Pasar tradsional/pasar induk perubahan itu benar-benar jelas terasa dan terlihat. Bulan ramadhan pedagang dapat merauk keuntungan yang lebih besar dari biasanya. Contohnya pedagang daging, mereka tahu bahwa konsumen selalu menginginkan makanan yang spesial pada bulan ramadhan, jadi berapapun harga yang ditawarkan konsumen pasti tetap membelinya. Dan biasanya pedagang menaikkan harga sampai 2 kali lipat tapi tetap saja walaupun mahal dagangan mereka pasti tetap habis terjual. Contoh yang kedua pedagang baju, pedagang baju benar-benar merasakan perubahan yang sangat signifikan. Karena semakin banyaknya pedagang baju, persaingan pun terasa semakin ketat yang menyebabkan pada hari-hari biasa sebagian besar karyawan toko banyak yang menganggur karena sedikitnya pembeli dan semakin banyaknya pesaing. Tapi pada bulan ramadhan sepertinya persaingan itu tidak begitu terasa karena konsumen yang datang ke pasar jumlahnya bertambah, menyebabkan hampir semua toko dibanjiri pembeli. Sama halnya seperti pedagang daging, harga baju pun ikut naik bahkan sampai 2 kali lipat, dan biasanya baju-baju model lama yang kurang laku mendadak habis terjual pada bulan ramadhan.
Apalagi jika lebaran sudah dekat, perilaku konsumen semakin menjadi, semua anggota keluarga dibopong ke pasar untuk membeli baju baru. Jarak yang jauh, cuaca yang panas tidak bersahabat, rasa lapar & dahaga yang teramat sangat tidak menghalangi semangat mereka untuk mendapatkan baju baru tersebut. Semua konsumen mendadak seperti banyak uang, keperluan mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki mereka beli, tawar-menawarpun tidak sesulit biasanya, sampai-sampai tidak terasa bahwa Negara ini sedang mengalami krisis ekonomi. Sepertinya fenomena seperti ini akan terus berlanjut di bulan-bulan ramadhan selanjutnya dan tidak akan pernah berakhir karena kepuasan manusia yang tidak terbatas.